Memahami Perubahan Mood Premenstrual Syndrome

Istilah Premenstrual Syndrome atau PMS seringkali di identikan dengan emosi yang tinggi, mood yang memburuk, mudah tersinggung, dan air mata.

Apakah memang masa Premenstrual Syndrome harus selalu seperti demikian ?

Premenstrual Syndrome

Premenstrual Syndrome

Menjelang masa menstruasi, terjadi perubahan kadar hormon di dalam tubuh seorang perempuan.

Salah satu hormon yang mengalami perubahan adalah hormon estrogen.

Hormon estrogen sejatinya merupakan hormon yang dilepas dari ovarium, secara berkala dan berlanjut, dimulai dari saat seorang perempuan memasuki masa puber.

Mengikuti siklus menstruasi, kadar hormon estrogen dalam tubuh seorang perempuan akan terus meningkat, dan mencapai jumlah puncaknya di masa ovulasi atau saat terjadinya pelepasan sel telur.

Lalu, apa hubungan hormon estrogen dengan mood seorang perempuan ?

Estrogen, Endorfin, dan Serotonin

Hormon estrogen di dalam tubuh kita memiliki peranan dalam naik atau turunnya endorfin, penentu rasa bahagia dan nyaman di dalam otak.

Dipercaya, tingkat endorfin itulah yang kemudian mempengaruhi mood di masa PMS.

Selain endorfin, estrogen juga mempengaruhi kadar serotonin yang juga berhubungan dengan mood, selain nafsu makan dan pola tidur.

Namun, pengaruh hormon estrogen terhadap mood didalam tubuh seorang perempuan tidak sama antara satu dengan lainnya.

Itulah mengapa, memburuknya mood atau perasaan seseorang saat sedang mengalami masa PMS tidaklah sama.

Ada yang benar-benar mengalami perubahan drastis, bahkan hingga merasa cemas dan membenci diri sendiri, namun ada juga yang merasa biasa saja.

Menghindari Bad Mood Menjelang Menstruasi

Naik atau turunnya mood saat PMS bukanlah satu hal yang pasti.

Ada beragam usaha yang bisa kita lakukan untuk menghindari bad mood menjelang mestruasi, seperti contohnya selalu mencoba berpikir positif.

Para ahli percaya, mereka yang rutin mengkonsumsi jus jeruk menjelang masa menstruasi juga lebih mungkin terhindar dari PMS.

Selain banyak meminum jus jeruk, anda juga disarankan menghindari minuman ber-kafein dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan banyak minum air putih.

Percayalah, efek PMS bisa dicegah.

Namun, jika anda merasa sulit untuk mengontrol mood dan emosi di masa PMS dan atau bahkan berlanjut meski masa mentruasi sudah terlewati, anda disarankan melakukan konsultasi dengan dokter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *