Waspada Penyakit Berbahaya, Kram Perut Tak Selalu Tanda Menstruasi

Pernah mengalami tiba-tiba merasakan kram perut yang menyiksa ?

Sebagai perempuan di usia matang reproduksi, kita mungkin berfikir hal tersebut menandakan jika kita akan segera memasuki masa haid atau menstruasi.

Kram di bagian perut, terutama perut bawah, memang identik dengan ciri-ciri menjelang menstruasi.

Perempuan yang memiliki masalah dengan premenstrual syndrome atau PMS, sangat mungkin mengalami kram perut.

Namun, tidak selalu kram di perut menandakan datangnya menstruasi.

Ada setidaknya 5 gangguan kesehatan yang perlu kita waspadai, karena juga ditandai dengan timbulnya kram di area perut.

Penyebab Kram Perut Selain Menstruasi

Kram perut normalnya mulai terasa satu minggu atau beberapa hari sebelum menstruasi.

Namun, jika kram di perut terasa di luar masa tersebut, maka sebaiknya kita mewaspadai kemungkinan gangguan kesehatan berikut ini,

Endometriosis

Endometriosis adalah sebuah kelainan dimana jaringan yang seharusnya melapisi rahim, tumbuh di dalam tubuh di luar rahim.

Jaringan pelapis rahim tersebut dinamakan endometrium.

Endometrium merupakan lapisan rahim yang memiliki fungsi penting dalam proses pembuahan, untuk memastikan calon janin dapat menempel di rahim.

Jika setelah proses ovulasi tidak terjadi pembuahan, endometrium akan meluruh dan keluar bersama dengan darah menstruasi.

Namun, pada kasus endometriosis, luruhan endometrium tidak terbuang keluar selama proses menstruasi dan mengendap di dalam tubuh.

Endapan endometrium tersebut kemudian bisa menyebabkan terjadinya peradangan, jaringan parut, atau memicu timbulnya kista.

Salah satu gejala dari endometriosis adalah timbulnya kram di perut, terutama di bagian bawah pusar atau terasa di punggung bagian bawah.

Kista Ovarium

Kista ovarium juga merupakan gangguan kesehatan di organ reproduksi yang ditandai dengan kram perut.

Seorang perempuan, dinyatakan mengalami masalah kista ovarium jika terdapat kantung kecil berisi cairan di bagian ovarium.

Kram akibat kista ovarium akan terasa cukup sering setiap bulannya. Dan akan terasa sangat menyiksa, terutama di bagian sisi perut dan dibawah pusar, saat kista yang tumbuh di ovarium tersebut pecah.

Jaringan Parut Atau Keloid

Operasi panggul, kuret, infeksi rahim, endometrium, dan operasi caesar, sangat mungkin menyebabkan pertumbuhan jaringan parut.

Jaringan parut yang tumbuh tersebut kemudian memicu trauma rahim yang salah satu tandanya adalah rasa kram di bagian perut bawah.

Tumor Jinak di Dalam Rahim

Tumor yang tumbuh di dalam rahim bisa menimbulkan gejala kram, dan disertai dengan perut yang terasa kembung, tekanan di saluran kemih, dan atau rasa sakit saat berhubungan.

Kanker Ovarium

Kanker indung telur, atau kanker ovarium, merupakan salah satu jenis penyakit kanker yang sangat berbahaya.

Gejala paling umum dari kanker ovarium adalah timbulnya rasa nyeri di perut, kram perut, dan pendarahan seperti menstruasi.

Kram perut yang dipicu karena kanker ovarium mirip dengan kram menjelang menstruasi. Hanya saja, kram akibat kanker ovarium bisa terasa lebih lama dibanding kram di masa pra menstruasi.