Benarkah Kojic Acid Dapat Memutihkan Kulit ? Ini Faktanya

loading...

Kojic Acid, atau Asam Kojic, merupakan senyawa yang dihasilkan dari fermentasi makanan dan jamur seperti aspergillus, penicillium, dan acetobacter.

Biasanya, jenis makanan yang di fermentasi untuk menghasilkan asam kojic adalah jenis anggur beras dan kecap.

Lalu, mengapa asam kojic seringkali digunakan sebagai bahan kosmetik, terutama produk pemutih kulit ?

Asam Kojic

Kojic Acid

Berdasarkan penelitian medis, asam kojic bekerja di dalam kulit dengan cara menghambat pembentukan tyrosine, asam amino yang dibutuhkan dalam proses pembentukan melanin kulit.

Melanin sendiri, adalah pigmen yang menentukan warna kulit seseorang.

Semakin banyak jumlah melanin yang terdapat di lapisan kulit, akan mengakibatkan warna kulit menjadi terlihat semakin gelap.

Dengan demikian, penggunaan asam kojic pada produk kecantikan, seperti cream, serum, atau sabun pemutih wajah, diyakini bisa membantu mencerahkan warna kulit dengan cara kerja menghambat pembentukan melanin.

Baca juga, cara mengatasi kulit belang akibat sinar matahari

Manfaat Kojic Acid

Meskipun memiliki manfaat untuk mencerahkan kulit, penggunaan kojic acid tidaklah boleh sembarangan.

Kadar penggunaan asam kojic dalam satu produk kecantikan, seperti cream pemutih wajah, serum, atau sabun pemutih wajah, tidak lebih dari 1% atau bahkan lebih sedikit.

Rendahnya kemampuan asam kojic untuk meresap kedalam kulit membuatnya harus diolah dengan tekhnologi khusus agar bisa ditambahkan kedalam produk cream atau serum.

Namun, setelah menjadi produk skin care, asam kojic tak hanya membantu mencerahkan kulit, namun juga mengatasi kerusakan kulit, terutama yang disebabkan oleh sinar matahari, menghilangkan keriput dan flek hitam, serta membantu mengatasi masalah jerawat.

Melihat manfaat yang kaya dari asam kojic atau kojic acid di atas, kita tentunya akan tertarik untuk menggunakan produk wajah yang mengandung bahan tersebut.

Tapi tunggu dulu.

Seperti komposisi produk kecantikan lainnya, tidak semua orang toleran terhadap produk skin care yang mengandung asam kojic.

Beberapa orang mungkin mengalami masalah akibat ketidakcocokan seperti munculnya rasa gatal atau iritasi.

Sayangnya, reaksi ketidak cocokan terhadap asam kojic umumnya baru terlihat setelah 5 – 6 minggu pemakaian, karena jumlahnya yang rendah didalam komposisi satu produk skin care.

Sehingga, banyak yang kemudian kurang menyadari reaksi atau efek samping yang timbul di kemudian hari akibat dari penggunaan produk wajah yang mengandung asam kojic tersebut.