Bad Mood Saat Haid, Benarkah atau Hanya Alasan ?

Ada banyak perempuan yang mengeluhkan masalah bad mood saat haid.

Bahkan tak hanya perempuan. Tak sedikit juga laki-laki yang mengeluhkan pasangannya yang menjadi mudah emosi atau “bersikap aneh” menjelang memasuki masa menstruasi.

Sebenarnya, benarkah proses haid dapat mempengaruhi mood seorang perempuan ?

Dan, apa penyebab seorang perempuan cenderung memiliki emosi yang tidak stabil di beberapa hari menjelang menstruasi ?

Mood Swing Saat Haid

Hampir semua perempuan dapat dikatakan menjadi lebih sensitif di masa-masa menjelang haid.

Tiba-tiba ingin menangis tanpa sebab, atau mudah tersinggung dan marah, menjadi hal yang dianggap lumrah dan menjadi bagian dari sifat wanita saat menstruasi.

Walaupun pada faktanya, hingga saat ini belum diketahui secara pasti hubungan antara haid dengan perubahan mood seorang perempuan.

Namun, perubahan hormonal dianggap menjadi faktor penyebab mood swing menjelang haid yang paling banyak diyakini oleh para peneliti.

Bad Mood Saat Haid

Siklus dan peristiwa menstruasi, merubah naik dan turunnya kadar hormon di dalam tubuh seorang perempuan.

Di beberapa hari menjelang menstruasi, terjadi penurunan jumlah hormon progesteron dan estrogen.

Sementara kadar 2 hormon tersebut menurun, hormon stres kortisol mengalami peningkatan kadar yang kemudian memicu berbagai masalah menstruasi yang umum kita alami, seperti nyeri saat haid dan perubahan mood.

Namun, kondisi tersebut hanya bersifat sementara.

Setelah kita memasuki masa menstruasi, jumlah hormon estrogen di dalam tubuh akan kembali meningkat.

Peningkatan hormon estrogen tersebut membantu kita menjadi lebih enerjik, sekaligus menenangkan hati dan pikiran.

Selain hormon estrogen, saat dan setelah menstruasi, terjadi juga peningkatan kadar hormon testosteron untuk mempersiapkan masa subur, yang efeknya akan meningkatkan libido seorang perempuan.

Haid Menyebabkan Sebagian Besar Perempuan Mudah Marah Hingga Depresi

Perubahan mood, atau hormon, yang terjadi sebelum memasuki masa haid, mau tidak mau juga akan ikut mempengaruhi keseimbangan kimia di otak.

Para peneliti meyakini, perempuan yang cenderung sulit mengontrol mood nya menjelang menstruasi, lebih rentan mengalami gangguan emosional yang dapat dikategorikan serius.

Meskipun belum ditemukan hubungan pasti antara perubahan naik dan turunnya hormon dengan gangguan yang terjadi di sel saraf otak, namun diyakini jika PMS juga memicu kemungkinan depresi dan kecemasan tanpa sebab.