Waspada ! Sebagian Kita Mungkin Mengalami Alergi Sinar Matahari

Pernahkah anda menemukan, atau mengalami kondisi dimana kulit terasa perih dan terlihat melepuh dan merah ?

Umumnya, kita percaya jika kondisi tersebut disebabkan oleh sunburn, atau terbakar sinar matahari.

Mereka yang lebih sering beraktifitas di luar ruangan tanpa pelindung seperti tabir surya, memang rentan mengalami sunburn.

Namun tidak selalu sunburn, reaksi kulit melepuh juga bisa dipicu karena alergi sinar matahari.

Baca juga, cara alami menghilangkan kulit belang akibat sinar matahari

Alergi Sinar Matahari

Alergi matahari, merupakan reaksi kulit yang berlebihan terhadap paparan sinar matahari.

Seperti alergi lainnya, penyebabnya adalah sistem imun di tubuh kita.

Dimana sistem imun menganggap paparan sinar matahari yang mengenai kulit sebagai benda berbahaya.

Reaksi yang muncul adalah ruam merah, gatal, dan lecet. Umunya di kulit daerah perut hingga dada, punggung tangan, lengan, dan kaki.

Reaksi tersebut tidak langsung muncul saat anda terkena sinar matahari.

Bisa muncul dalam hitungan menit, atau bahkan hitungan jam setelahnya, tergantung agresifitas sistem imun tubuh kita.

Hal tersebutlah yang menyebabkan kita sulit untuk menentukan penyebab masalah alergi yang dialami, termasuk alergi sinar matahari.

Apalagi gejalanya tidaklah jauh berbeda dengan alergi lainnya, seperti alergi dingin.

Efek berbahayanya pun sama, bisa memicu reaksi diluar alergi seperti gangguan detak jantung, pusing, bahkan kegagalan fungsi organ pernapasan yang bisa menyebabkan kematian.

Penyebab Alergi Sinar Matahari

Seperti dijelaskan di atas, alergi sinar matahari merupakan penyakit yang muncul akibat sistem imun tubuh yang terlalu agresif terhadap paparan sinar matahari.

Namun, alergi tersebut juga bisa diturunkan.

Artinya, jika kita mengalami reaksi alergi matahari, sangat mungkin orang tua kita pun pernah mengalaminya.

Baca juga,

  1. Tips mengatasi gatal alergi di kulit wajah
  2. Waspada, alergi dingin bisa membahayakan nyawa kita

Diluar reaksi imun dan faktor keturunan, alergi sinar matahari juga bisa disebabkan produk perawatan kulit yang kita gunakan.

Lebih tepatnya disebabkan perubahan komposisi bahan kimia dari produk yang kita gunakan, seperti tabir surya, lotion, atau salep, saat terpapar sinar matahari.

Tak hanya itu, konsumsi obat seperti penggunaan obat antibiotik jenis sulfonamid atau tetrasiklin, obat diuretik, ibuprofen, bahkan pil KB, juga bisa meningkatkan kemungkinan kita mengalami alergi sinar matahari